?

Log in

 
 
16 May 2014 @ 10:40 pm
[fanfic] Kako (chap 1)  
Title : Kako
Author : Ninomiya Muti
Genre : Romance
Rating : T
Chara : A lead-role HSJ member X an original chara. I won't reveal this beforehand XDDD
Disclaimer : I don't own HSJ. The other chara you find in this fanfic are totally FICTION~
A/N : This is a really old fic. Maybe around 2010-2011? I haven't written for more than years so... I hope it wouldn't be so bad :")

~o~

"Hei, Natsuki... Dua tahun lagi, bersediakah kau menjadi istriku?"

"...Eh???"

"Tahun ini kita sudah berumur dua puluh tahun! Kita sudah dewasa. Tidak ada salahnya memikirkan pernikahan, kan?"

"...Tapi..."

"Kenapa? Kau ragu menjadi pasangan hidupku selamanya ya?"

"...Bukan begitu! Tentu saja aku ingin selalu bersamamu! Tapi, kau sendiri—"

"Aku mencintaimu, Natsuki. Aku ingin selalu bersamamu dan menjagamu sepanjang waktu. Natsuki adalah orang yang terbaik untukku dan aku adalah orang yang terbaik untukmu! Tidak ada yang bisa memisahkan kita—"


~o~

Kondou Natsuki buru-buru bangkit dari tidurnya, membuat matanya berkunang-kunang sejenak. "Mimpi...?" gumamnya heran. Memang sudah lama ia tidak pernah bermimpi. Apalagi bermimpi tentang orang yang satu itu. Natsuki sudah lama ingin meninggalkan kenangan-kenangannya bersama lelaki itu. Namun, mengapa semakin ia berusaha semakin ia tidak bisa?

Matanya mulai menyipit saat mendapati cahaya matahari mencoba menembus tirainya. Tangannya meraih jam digital yang ada di meja sudut dekat tempat tidurnya. 8:12 AM. Pantas saja hari sudah sangat terang.

"Ah, sudahlah Natsuki, lupakan saja, ayo lupakan," ujar gadis itu menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia bangkit lalu meregangkan badannya sejenak dan menuju ke kamar mandi. Siang ini, Natsuki yang bekerja sambilan sebagai penulis lepas punya janji bertemu editornya. Lalu, di sore hari, ada janji dengan orang spesial lainnya yang harus ia penuhi. Hari ini Natsuki sibuk—berarti pikiran-pikiran yang mengganggu tidak boleh mengacaukan rencananya...

Seharusnya begitu. Tetapi pada kenyataannya, saat berendam dalam bak, ia masih bertanya-tanya tentang mimpi semalam.

"Kenapa mimpi itu muncul..."


~o~

Tidak salah kalau orang bijak pernah bilang bahwa mimpi itu... mungkin pertanda akan sesuatu yang terjadi. Jawaban untuk pertanyaan Natsuki sepanjang pagi muncul segera pada hari itu juga.

Natsuki menatap miris dua individu yang berada cukup jauh dari kedudukannya, namun cukup jelas untuk memasuki penglihatannya itu.

Hikaru. Ia tak menyangka bisa mendapatinya setelah lama sekali tidak bertemu dengannya. Natsuki merindukannya, sangat merindukannya. Ia ingin sekali menyapanya, memeluk tubuhnya, dan melihat tawanya yang riang. Namun, semua itu bukan lagi miliknya. Kenapa? Hikaru sudah punya orang lain, yang ia duga merupakan gadis mungil yang bersanding di sebelahnya, yang ikut tertawa bersama lelaki itu.

Memang sudah hampir empat bulan berlalu, tetapi Natsuki masih belum bisa menerima keputusan Hikaru untuk mengakhiri hubungan mereka. Ia masih sangat menyayangi lelaki bodoh dan jahil itu. Ia juga merasa hubungan mereka baik-baik saja, sama seperti pasangan pada umumnya. Lalu, kenapa tiba-tiba Hikaru minta putus? Ada yang salah dengan dirinya? Kalau memang ada, apa? Kenapa Hikaru tidak pernah mengatakannya secara jujur?

Sudah hampir empat bulan mereka putus, maka sudah hampir empat bulan pula Natsuki mencoba melupakan mantan kekasihnya itu. Namun, hasilnya nihil. Malah semakin terlihat menyedihkan. Tiap malam, di saat rasa sepi menyergapnya, tanpa sadar ia masih menunggu e-mail "selamat tidur" dari Hikaru, seperti yang biasa ia terima selama ini. Ia akan tertidur karena kelelahan. Pada saat terbangun ia baru akan sadar bahwa Hikaru tidak akan mengiriminya e-mail lagi. Lalu, saat berjalan-jalan, ia sering berhalusinasi melihat sosok lelaki itu, hanya karena ada orang lain yang mengenakan jaket atau topi yang mirip seperti yang biasa dipakai Hikaru. Lalu, tiba-tiba mimpi semalam?

Ia mengakui, ia membutuhkan Hikaru.

"...Natsuki? Ada apa? Kok melamun?"

Suara itu membuatnya fokus kembali. Ia menolehkan wajahnya dan menyadari bahwa seorang pria berambut kecoklatan yang ia kenal telah memperhatikannya sejak tadi. Pria itu adalah Yabu Kouta, seseorang yang berstatus sebagai kekasihnya saat ini.

"...Tidak apa..." sahut gadis itu. Ia lalu menyesap kopinya yang sudah mulai menjadi dingin.

Satu hal lain yang mengganggu pikiran Natsuki. Ia sering merasa bersalah kepada Kouta. Berbeda dengan Hikaru yang santai, Kouta lebih serius dalam menunjukkan perasaan. Kouta sangat menghormati dan menyayanginya. Namun, Natsuki tidak bisa membalas perasaan itu. Ia tidak melayang bersama Kouta, tetapi ia cukup menyayangi orang itu. Ia tidak bisa menolak perasaan Kouta dan mengatakan bahwa masih ada orang lain yang mengisi tempat lebih besar di hatinya.

"Kau sakit? Atau sedang punya masalah?" tanya Kouta lagi. Natsuki menghela napas sekilas lalu menggelengkan kepalanya.

"Tidak, mungkin aku hanya lelah," jawabnya sekenanya.

"Ayo, kau harus semangat! Lalu tersenyum ceria seperti biasanya," ujar pria itu, "karena hari ini hari ulang tahunmu!"


~o~



Subject : (none)
Aku tahu mungkin aku hampir terlambat. Tapi,
Happy birthday, Natsuki.




Hikaru memandangi ponselnya. Untuk apa aku mengetik pesan ini, pikirnya. Ia galau. Ia tidak cukup berani hanya untuk memilih opsi send. Hanya saja, ia ingin sekali mengucapkan—atau lebih tepatnya, mengirimkan—pesan itu. Setidaknya tiga kata di akhir pesan itu.

Sekali lagi ia melihat jam pada ponselnya. 11:23 PM. Tanggal enam agustus akan berakhir dalam tiga puluh delapan menit.

Hikaru berani bertaruh, gadis itu sudah tidur. Ia tahu sekali kebiasaan mantan kekasihnya itu : tidur sebelum jam sepuluh malam. Dulu, karena Hikaru gemar menonton DVD hingga larut malam, ia sering diceramahi panjang lebar oleh Natsuki. Tidur terlalu malam berakibat buruk bagi kulit, khususnya kulit wajah, katanya. Namun, Hikaru tetap bandel dan masih sering menonton DVD hingga pukul satu dini hari. Agar terlihat seperti akan tidur, setiap hari ia akan mengirimkan e-mail "selamat tidur" kepada gadis itu.

"...Gomen ne, Natsuki, selama ini aku membohongimu—"

Tiba-tiba kasur tempat Hikaru berbaring bergerak, lalu seberkas sinar muncul dari lampu tidur yang baru saja dinyalakan.

"Hikaru... Kau belum tidur?" tanya Fuyumi yang tadinya tertidur di sebelahnya. Hikaru yang terkejut segera menutup flip ponselnya lalu menyembunyikannya.

"Belum, aku tidak bisa tidur," balas Hikaru, "maaf aku telah membangunkanmu."

"Tidak, aku bukannya terbangun olehmu kok," kata Fuyumi, "sebaiknya kau cepat tidur, sudah malam, kan?"

"Baiklah, aku akan segera tidur. Selamat malam..."

Chu! Hikaru mengecup kecil dahi Fuyumi, lalu berbalik dan mencoba menutup mata. Ia tidak ingat ponselnya yang masih menyala dan tersembunyi di balik selimut.


2010.08.06 11: 48 PM

Setelah meyakinkan bahwa lelaki di sampingnya telah terlelap, Fuyumi mencoba meraih ponsel Hikaru yang terselip di balik selimut. Ia membuka flip-nya lalu menemukan draft pesan yang belum terkirim.

Fuyumi bergumam, "Apa ini?"

Klik! Lalu pesan itu terkirim tanpa sengaja.


~o~


Perkiraan Hikaru salah. Natsuki belum tidur. Seperti biasa, sadar tidak sadar ia menunggui sebuah pesan dari Hikaru. Kali ini, tidak hanya pesan "selamat tidur", tetapi juga sebuah ucapan selamat ulang tahun. Sebenarnya, bagi Natsuki ucapan selamat ulang tahun tidak terlalu penting. Namun, ia ingin sekali orang yang ia anggap spesial dapat mengingat sebuah hari yang istimewa untuknya.

Trilili~ Ponsel Natsuki berbunyi, membuat sang pemilik terkejut. Natsuki membuka flip ponsel yang berada di dalam genggamannya itu, dan seperti yang diduga, ia makin terkejut.




1 new mail
Yaotome Hikaru




Ia belum membaca isi e-mail tersebut, tetapi melihat nama orang yang mengirimkan pesan untuknya, matanya terbelalak.



Yaotome Hikaru
Subject : (none)
Aku tahu mungkin aku hampir terlambat. Tapi,
Happy birthday, Natsuki.




"Hikaru baka...!" isaknya pelan. Ia sendiri tidak bisa mengenali perasaan apa yang sedang mengaliri seluruh tubuhnya. Entah senang. Entah sedih. Yang ia tahu, jantungnya berdegup kencang tetapi air matanya berjatuhan. Ia mengulirkan ponselnya ke ujung tempat tidur lalu menenggelamkan wajahnya ke bantal. Di satu sisi, Natsuki melayang. Namun, di sisi lain, ia terperangkap dalam kenyataan bahwa perasaan Hikaru bukan miliknya lagi.

"Apa yang harus kulakukan..."


~o~


Pagi hari pada tanggal tujuh Agustus. Yaotome Hikaru baru saja terbangun di tidurnya. Ia tidak mendapati kekasihnya berada di sisinya, karena gadis itu, seperti biasa, bangun lebih dulu darinya dan mempersiapkan sarapan.

Ia mencoba meraih ponselnya, lalu melihat ada sebuah mail notification di sana.




1 new mail
Kondou Natsuki




Hikaru membelalakkan matanya.

"Natsuki?"




Kondou Natsuki
Subject : (none)
...Hikaru, kau benar-benar terlambat mengucapkan selamat ulang tahun!
Tadinya kupikir kau lupa. Apalagi kita tidak pernah saling berinteraksi selama berbulan-bulan.
Honto ni arigatou.




Hikaru mengerutkan alisnya. Rasa gugup mendadak menghampirinya. Ia mencoba membuka sent items sambil berpikir, "Bukankah aku tidak jadi mengirimnya?"

Lalu ia menemukannya. Sebuah pesan yang dikirimkan pukul 11:48 PM. Pesan yang tadinya batal dikirimkan olehnya.

"Bagaimana bisa...?"


~ to be continued ~
 
 
 
Tomoyuki_101tomoyuki_101 on May 16th, 2014 03:58 pm (UTC)
itu cewenya hika untung ga dibaca dulu ya? untung lngsung pencet send lol XD

ok lanjut ke part 2
Muti_cHanmutimutimut on May 16th, 2014 04:02 pm (UTC)
karen hayaaai www
iya untung ga dibaca dulu =)) kalo dibaca bisa hancur dunia persilatan (?)

monggo dibaca part 2nya... makasih ya udah mampir :)